Umumnya problem pada BIOS dapat disebabkan oleh
beberapa hal seperti dari baterai yang sudah habis, motherboard atau oleh
karena kegagalan update. Khusus untuk penyebab terakhir dapat menyebabkan PC
tidak dapat mengakses BIOS sama sekali.
Solusi:
Terkadang dapat terjadi kegagalan pada proses
update BIOS. Pada motherboard tertentu dapat melakukan backup pada BIOS
sehingga dapat melakukan restore apabila terjadi error yang disebabkan oleh
gagal update. Anda dapat mencabut baterai BIOS terlebih dahulu untuk mereset
BIOS. Pada motherboard tipe tertentu tidak dapat melakukan restore BIOS
sehingga anda perlu membawa motherboard anda ke vendor untuk memperbaikinya.
Gejala:
- Terdengan suara Beep beberapa kali dari hardware.
- Monitor tidak menampakkan gambar.
- Terdengar suara Beep pada hardware. Suara Beep pada BIOS memiliki arti yang berbeda-beda yang dapat menunjukkan pada bagian hardware mana problem berasal. Pembahasan lengkap mengenai cara mengenali bunyi Beep dan kerusakannya akan ditulis pada artikel berikutnya tentang BIOS. Pada beberapa bunyi beep yang dijelaskan dibawah ini dapat digunakan sebagai indikasi cara mengenali bagian kerusakan pada BIOS.
Diagnosa:
AMI BIOS
Beep
1x: Memori RAM tidak kencang atau rusak.
Beep
6x: Kode kerusakan Error Gate A20. Menunjukkan adanya
problem pada keyboard.
Beep
8x: VGA Card tidak kencang atau rusak.
Beep
11x: Checksum Error. Coba ganti baterai BIOS dengan yang baru.
AWARD BIOS
Beep
panjang 1x: Memori RAM tidak kencang atau rusak.
Beep
1x ,2x pendek : Adanya problem pada VGA CARD.
Beep
1x ,3x pendek : Adanya problem pada keyboard.
Beep
berkepanjangan: Adanya problem pada Memori RAM.
Cara Mengenali Problem Pada Baterai CMOS
Gejala:
Muncul
pesan CMOS Checksum Vailure / battery Low
Waktt
/ Jam pada Windows sering error atau kembali ke default setiap kali komputer
dinyalakan.
Solusi:
Anda dapat mengganti baterai CMOS / BIOS pada motherboard untuk
mengatasi masalah ini.